IDE KEWIRAUSAHAAN

Nama : Khalida Hanum
NRP : C34100070
Jurusan : Teknologi Hasil Perairan
Fakultas : Perikanan dan Ilmu Kelautan
Laskar : 12

Ide UKM Kewirausahaan : Warung Tadarus Online

Cara Kerja :

Mengajarkan Baca Al-qur’an lewat media komputer ataupun langsung serta lewat internet. warung ini berguna untuk orang – orang yang belum bisa baca al-qur’an maupun yang sudah bisa agar lebih lancar lagi dalam membaca al-qur’an

Comments

CERITA INSPIRASI

NAMA: KHALIDA HANUM

NRP     : C34100070

LASKAR: 12

KELUARGA ADALAH MOTIVATOR

Pada tahun 2010, saya teringat masa kecil saya diisi dengan berbagai macam kenyataan hidup. Khalida Hanum namaku, aku lahir 18 tahun yang lalu dari peternakan keluarga. Sejak kecil aku tinggal di desa yang jauh dari pusat kota. Desa itu dinamai Kedungwuluh. Saya lahir di keluarga ini tidak hanya sendiri, 6 tahun setelah kelahiran lahir seorang anak bernama Akbar Zidane Anugerah. Kami lahir dari dua latar belakang yang berbeda manusia gila. Ayah saya lahir dari keluarga yang cukup terkemuka, ia lahir pada tahun 1963, sementara ibuku lahir dari keluarga sederhana, ibu saya usia dua tahun lebih muda dari ayah.

Sekarang aku duduk di bangku perguruan tinggi.Aku menyadari betapa aku harus berpikir secara dewasa bagaimana untuk mendapatkan nilai yang bagus dan memanfaatkan uang yang dikirim orang tua. Fakta ini mengingatkan saya pada sesuatu, aku memikirkan bagaimana mereka membayar saya nanti. Di sisi lain saya bertanya-tanya apakah aku tidak menjadi beban bagi mereka? Namun dalam kenyataannya mereka tersenyum penuh harap, mereka tidak pernah pergi terhadap biaya hidup mereka ini prioritas basah saya adalah pendidikan.

Sekarang aku menyadari betapa berharganya mereka.
Benar kata orang itu, keluarga adalah tempat untuk mengekspresikan diri dan mendapatkan semua kasih sayang. Keluarga adalah segalanya. Sejak kecil sampai saya yang besar, orang tua selalu memberikan apa yang kita minta. Dengan keluarga, saya merasa seperti orang-orang yang memiliki kelebihan. Oleh karena itu, kita harus peduli untuk semua anggota keluarga karena semua yang kita miliki berasal dari keluarga saya.

Terutama orang tua. Orang tua harus memelihara dan mendidik anak-anak mereka, sehingga orang yang berpendidikan dan berbudi luhur karakter.
Selain itu keluarga juga merupakan tempat harapan kami selalu mendapatkan motivasi untuk menjadi orang yang berguna untuk bangsa Anda.

Comments

cerita inspirasi

NAMA              : KHALIDA HANUM

NRP                   : C34100070

LASKAR          :  12

HIKMAH  DARI SEBUAH KETAKWAAN

Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang Syaikh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syaikh menasehati dia dan teman-temannya : “Kaian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”

Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya bertanya : “Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?” Sambil bergetar ibunya menjawab : “Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?” Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel dia berkata : “Ayahmu itu dulu seorang pencuri.”

Pemuda itu berkata : “Guruku memerintahkan kami – murid-muridnya, untuk bekerja seperti pekerjaan ayahnya dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”

Ibunya menyela : “Hai, apakah dalam pekerjaan mencuri itu ada ketakwaan?” Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab : “Ya, begitu kata guruku.” Lalu dia pergi bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana para pencuri itu melakukan aksinya. Sekarang dia mengetahui tehnik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian shalat isya’ dan menunggu sampai semua orang tidur. Sekarang dia keluar rumah untuk menjalankan profesi ayahnya, seperti perintah sang guru (syaikh).

Dimulailah dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah dia ingat pesan syaikhnya agar selalu bertakwa. Padahal mengganggu tetangga tidaklah termasuk takwa. Akhirnya, rumah tetangga itu ditinggalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya : “Ini rumah anak yatim, dan Allah memperingatkan agar kita tidak memakan harta anak yatim.” Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudak tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. “Ha, di sini”, gumamnya. Pemuda tadi memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang disiapkannya. Setelah berhasil masuk rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berkeliling di dalam rumah, sampai menemukan tempat penyimpanan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak dan uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata : “Eh, jangan, syaikhku berpesan agar aku selalu bertakwa. Barangkali pedagang itu belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu.”

Dia mengambil buku-buku catatan di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung. Dia memang pandai berhitung dan berpengalaman dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudian dia pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabiskan waktu berjam-jam. Saat menoleh, dia lihat fajar telah menyingsing. Dia berbicara sendiri : “Ingat takwa kepada Allah! Kau harus melaksanakan shalat dulu!” Kemudian dia keluar menuju ruang tengah rumah, lalu berwudhu di bak air untuk selanjutnya melakukan shalat sunnah. Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat pula kotak hartanya dalam keadaan terbuka dan ada orang sedang melakukan shalat. Isterinya bertanya : “Apa ini?” Dijawab suaminya : “Demi Allah, aku juga tidak tahu.” lalu dia menghampiri pencuri itu: “Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?” Si pencuri berkata : “Shalat dulu, baru bicara . Ayo pergilah berwudhu’ lalu shalat bersama. Tuan rumahlah yang berhak jadi imam.”

Karena khawatir pencuri itu membawa senjata si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi wallahu a’lam, bagaimana dia bisa shalat. Selesai shalat dia bertanya : “Sekarang, coba ceritakan, siapa kau dan apa urusanmu?” Dia menjawab : “Saya ini pencuri”. “Lalu apa yang kau perbuat dengan buku-buku catatanku itu?”, tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab : “Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah akau peisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak”. Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila karena terlalu keheranan. Lalu dia berkata : “Hai, ada apa denganmu sebenarnya. Apa kau ini gila?” Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal. Dan setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, juga mengetahui manfaat zakat, dia pergi menemui isterinya. Mereka berdua dikaruniai seorang puteri. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, kemudian berkata : “Bagaimana sekiranya kalau kau aku nikahkan dengan puteriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekretaris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini. Kau kujadikan mitra bisnisku.” Ia menjawab : “Aku setuju.” Di pagi hari itu pula sang tuan memanggil para saksi untuk acara akad nikah puterinya. (SELESAI)

Comments